Rabu, 15 Desember 2010

INSTALASI LINUX UBUNTU

LANGKAH - LANGKAH MENGINSTALASI LINUX UBUNTU

Di CD instalasi ubuntu, yang menyediakan fitur live cd, terdapat Umenu. Umenu adalah aplikasi untuk
membantu dalam memudahkan penginstalasian di ubuntu. Tinggal menentukan besar dari partisi linux yang akan dibutuhkan untuk instalasi.

Requirement (kebutuhan sistem)
Untuk menginstall Ubuntu, anda memang bisa memaksa Ubuntu untuk berjalan di system dengan
mesin lawas. Tetapi untuk meminimalkan depresi dan frustasi anda, disarankan untuk menginstall
Ubuntu pada mesin Pentium 4 dengan processor 1GHz.

Menurut dokumentasi, system anda harus memiliki minimal:
➔ 64 Mb RAM dan disarankan 256Mb. Hardisk 1 Gb. Untuk system terminal tanpa desktop
➔ 64 Mb RAM dan disarankan 512Mb. Hardisk 5 Gb. Untuk system GUI/desktop

Secara garis besar, saat menginstall ubuntu anda akan melewati beberapa tahapan prainstalasi:
1. Memilih Bahasa Instalasi
2. Memilih Lokasi dan Zona Waktu
3. Memilih Keyboard
4. Melakukan Pemartisian Hardisk
5. Membuat User/Pengguna
6. Migrasi Dokumen dan Setting
7. Summary, Instalasi Grub


Booting dari cdrom
Setelah dibakar ke cdrom, anda harus booting menggunakan cdrom itu. Jika PC anda sudah diset untuk
boot ke cdrom, anda bisa menunggu sampai layar pilihan boot ubuntu menyapa anda.
Jika tidak, anda bisa menekan tombol F12 (atau sejenisnya, sesuai pesan bios) untuk mengganti pilihan
booting.

Pada layar menu booting ubuntu, anda akan diberi beberapa pilihan:
1. Try Ubuntu..... untuk mencoba system live
2. Install Ubuntu ..... untuk menginstall ubuntu
3. Check disk..... untuk mengecek cd
4. Test memory..... untuk mengetest RAM
5. Boot from ...... untuk memboot OS di hardisk

seperti bisa anda lihat pada gambar dibawah ini:

Setelah memilih Install Ubuntu dengan menekan tombol panah bawah lalu Enter, anda akan dibawa ke
layar pesan booting



Langkah 1. Memilih Bahasa
Di halaman welcome anda bisa memilih bahasa selama proses instalasi. Bahasa ini juga akan menjadi
bahasa default sistem anda (jangan khawatir, anda bisa memilih bahasa baru nanti melalui menu System
>> Administration >> Language Support).
Untuk memilih bahasa selain bahasa Inggris, anda bisa melakukan klik scroll di tab daftar bahasa di
sebelah kiri.


Jika ingin membatalkan proses instalasi, tekan tombol Quit. Untuk melanjutkan tekan tombol Forward.

Langkah 2. Memilih Lokasi dan Time Zone
Anda harus memilih lokasi dan zona waktu sesuai lokasi dan zona waktu anda saat ini. Hal ini penting
karena beberapa setting akan otomatis mengikuti lokasi anda.
Seperti lokasi server repository terdekat dengan lokasi anda saat ini. Menggunakan server yang lebih
dekat tentu akan menghemat bandwith dan mempercepat waktu downloadnya.


Selanjutnya, klik Forward untuk melanjutkan.

Langkah 3. Memilih LayOut Keyboard
Biasanya, kita menggunakan keyboard standar USA. Jika PC/Laptop anda menggunakan keybiard jenis
lain, anda bisa memilih dari daftar yang tersedia.
Jika anda tidak tahu, anda bisa melakukan test dengan mengetik di field yang tersedia di kiri bawah.


Langkah 4. Mempartisi Hardisk
Biasanya bagian tersulit dari proses instalasi adalah saat melakukan pemartisian. Tetapi dengan Ubuntu,
anda tidak perlu khawatir, anda akan melakukannya dengan interface GUI.
Meskipun demikian, kesalahan dalam pemartisian bisa mengakibatkan kehilangan data. Sebab itu, anda
sebaiknya melakukan backup terlebih dahulu. Agar mudah memahami pemartisian, anda harus
mengetahui untuk apa anda menginstall ubuntu.
Untuk menginstall ubuntu di hardisk yang kosong atau single booting, anda bisa memilih melakukan
pemartisian manual atau otomatis, seperti pada gambar di bawah ini.
Untuk kontrol yang lebih baik, saya menyarankan anda memilih pemartisian manual – Specify
Partitions Manual (Advanced).
Klik forward, setelah memilih opsi ini.


Pada gambar diatas, saya menggunakan dua hardisk (virtualbox), sda dan sdb. Pada sda sudah terinstall
WindowsXP, sedangkan pada hardisk kedua, sdb masih kosong. Idealnya, Ubuntu diinstall dengan
skema partisi:
1. Partisi root (/) disarankan
5 Gb
2. Partisi swap (sw) – Umumnya 2x nilai RAM Anda
Jika RAM Anda 1 Gb, partisi swap sebaiknya 2 Gb
3. Partisi home (/home) – sebaiknya sisa/bagian terbesar harddisk.
Klik pada bagian yang kosong, pilih New Partition untuk membuat partisi baru.
Seperti pada gambar, pilih partisi jenis Primary.
Anda bisa membuat maksimal 4 partisi primary (sda1, sda2, sda3 dan sda4) yang salah satu partisi
primary (biasanya partisi ke4/
sda4) akan menjadi partisi Extended (yang di dalamnya kita bisa membuat partisi logical (sda5 dst)
dalam jumlah tak terbatas).
Untuk ukuran partisinya, masukkan ukuran partisi yang disarankan, 5 Gb untuk root.
Pada gambar saya membuat kirakira
4.5Gb. Ini tidak apaapa,
karena saya tidak banyak menginstall
aplikasiaplikasi
yang tidak fungsionalitas seperti compiz, gnome games, printer (karena saya tidak
punya printer), dan lainlain.
Jika ingin melakukan perhitungan, anda bisa menggunakan ukuran 1024 Mb = 1Gb sebagai patokan
perhitungan. Jadi, jika anda ingin membuat partisi 5 Gb, anda harus memasukkan nilai 1024 x 5 =
5120.
Untuk lokasi partisi, umumnya di awal, agar terstruktur.


Untuk jenis partisi, Ubuntu 9.04 menggunakan filesystem Ext4 yang lebih cepat dan memiliki
performance lebih baik dari Ext3.


Untuk mount point, pilih root (/).
Klik OK, untuk membuat partisi.
Selanjutnya, ulangi langkah tadi untuk membuat partisi /home. Bedanya, pada mount point, pilih
/home.
Dan ingat untuk menyisakan space kosong sebesar 2x RAM anda.
Pada sisa hardisk yang masih kosong, buat partisi baru dengan tipe filesystem swap area.
Untuk menginstall sistem dual boot/multi system, partisi harus dipersiapkan matang, sebelum
melakukan proses instalasi sistem operasi.
Prinsipnya adalah mengalokasikan hardisk sesuai kebutuhan dan karakter masingmasing
OS.

Langkah 5. Membuat User
User di ubuntu ada tiga jenis.
1. Root, super user, yang defaultnya tidak memiliki password dan tidak diaktifkan.
2. Administrator, user biasa yang memiliki hak administrasi. User ini memiliki tanda kekuasaan,
menggunakan sudo.
3. User Biasa, user yang tidak memiliki hak administrasi system.


Langkah 6. Migrasi Dokumen dan Setting
Ubuntu memiliki fitur yang tidak dimiliki distro atau OS lain, migrasi dokumen dan setting lintas OS.
Pada gambar, saya mengimpor dokumen dan setting (termasuk wallpaper) dari windows.


Tentu saja anda bisa memilih untuk tidak melakukan impor sama sekali, atau mengimpor setting dan
file tertentu saja.
Lanjutkan dengan menekan tombol Forward.

Langkah 7. Summary
Sebelum melakukan tahap instalasi yang sesungguhnya (langkah ke8),
anda akan diminta melihat
summary, ikhtisar keseluruhan setting sebelum menginstall.
Pada saat ini, anda juga bisa memilih untuk membatalkan instalasi, dengan menekan tombol Quit.
Saat ini juga, anda bisa memilih dimanakah anda akan menginstall Grub (Boot Manager) atau malah
tidak menginstall grub sama sekali, yang mana tidak saya sarankan.


Langkah 8. Instalasi
Pada tahap ini, anda tidak melakukan apapun begitu anda menekan tombol Install.
Yang anda lakukan hanyalah, menyesap kopi anda, menonton proses instalasi berjalan kirakira 20-30
menit, tergantung kekuatan PC anda.



Klik Restart Now, dan ....
Selamat datang di dunia Ubuntu!

INSTALASI LINUX UBUNTU

LANGKAH - LANGKAH MENGINSTALASI LINUX UBUNTU

Di CD instalasi ubuntu, yang menyediakan fitur live cd, terdapat Umenu. Umenu adalah aplikasi untuk
membantu dalam memudahkan penginstalasian di ubuntu. Tinggal menentukan besar dari partisi linux yang akan dibutuhkan untuk instalasi.

Requirement (kebutuhan sistem)
Untuk menginstall Ubuntu, anda memang bisa memaksa Ubuntu untuk berjalan di system dengan
mesin lawas. Tetapi untuk meminimalkan depresi dan frustasi anda, disarankan untuk menginstall
Ubuntu pada mesin Pentium 4 dengan processor 1GHz.

Menurut dokumentasi, system anda harus memiliki minimal:
➔ 64 Mb RAM dan disarankan 256Mb. Hardisk 1 Gb. Untuk system terminal tanpa desktop
➔ 64 Mb RAM dan disarankan 512Mb. Hardisk 5 Gb. Untuk system GUI/desktop

Secara garis besar, saat menginstall ubuntu anda akan melewati beberapa tahapan prainstalasi:
1. Memilih Bahasa Instalasi
2. Memilih Lokasi dan Zona Waktu
3. Memilih Keyboard
4. Melakukan Pemartisian Hardisk
5. Membuat User/Pengguna
6. Migrasi Dokumen dan Setting
7. Summary, Instalasi Grub


Booting dari cdrom
Setelah dibakar ke cdrom, anda harus booting menggunakan cdrom itu. Jika PC anda sudah diset untuk
boot ke cdrom, anda bisa menunggu sampai layar pilihan boot ubuntu menyapa anda.
Jika tidak, anda bisa menekan tombol F12 (atau sejenisnya, sesuai pesan bios) untuk mengganti pilihan
booting.

Pada layar menu booting ubuntu, anda akan diberi beberapa pilihan:
1. Try Ubuntu..... untuk mencoba system live
2. Install Ubuntu ..... untuk menginstall ubuntu
3. Check disk..... untuk mengecek cd
4. Test memory..... untuk mengetest RAM
5. Boot from ...... untuk memboot OS di hardisk

seperti bisa anda lihat pada gambar dibawah ini:

Setelah memilih Install Ubuntu dengan menekan tombol panah bawah lalu Enter, anda akan dibawa ke
layar pesan booting



Langkah 1. Memilih Bahasa
Di halaman welcome anda bisa memilih bahasa selama proses instalasi. Bahasa ini juga akan menjadi
bahasa default sistem anda (jangan khawatir, anda bisa memilih bahasa baru nanti melalui menu System
>> Administration >> Language Support).
Untuk memilih bahasa selain bahasa Inggris, anda bisa melakukan klik scroll di tab daftar bahasa di
sebelah kiri.


Jika ingin membatalkan proses instalasi, tekan tombol Quit. Untuk melanjutkan tekan tombol Forward.

Langkah 2. Memilih Lokasi dan Time Zone
Anda harus memilih lokasi dan zona waktu sesuai lokasi dan zona waktu anda saat ini. Hal ini penting
karena beberapa setting akan otomatis mengikuti lokasi anda.
Seperti lokasi server repository terdekat dengan lokasi anda saat ini. Menggunakan server yang lebih
dekat tentu akan menghemat bandwith dan mempercepat waktu downloadnya.


Selanjutnya, klik Forward untuk melanjutkan.

Langkah 3. Memilih LayOut Keyboard
Biasanya, kita menggunakan keyboard standar USA. Jika PC/Laptop anda menggunakan keybiard jenis
lain, anda bisa memilih dari daftar yang tersedia.
Jika anda tidak tahu, anda bisa melakukan test dengan mengetik di field yang tersedia di kiri bawah.


Langkah 4. Mempartisi Hardisk
Biasanya bagian tersulit dari proses instalasi adalah saat melakukan pemartisian. Tetapi dengan Ubuntu,
anda tidak perlu khawatir, anda akan melakukannya dengan interface GUI.
Meskipun demikian, kesalahan dalam pemartisian bisa mengakibatkan kehilangan data. Sebab itu, anda
sebaiknya melakukan backup terlebih dahulu. Agar mudah memahami pemartisian, anda harus
mengetahui untuk apa anda menginstall ubuntu.
Untuk menginstall ubuntu di hardisk yang kosong atau single booting, anda bisa memilih melakukan
pemartisian manual atau otomatis, seperti pada gambar di bawah ini.
Untuk kontrol yang lebih baik, saya menyarankan anda memilih pemartisian manual – Specify
Partitions Manual (Advanced).
Klik forward, setelah memilih opsi ini.


Pada gambar diatas, saya menggunakan dua hardisk (virtualbox), sda dan sdb. Pada sda sudah terinstall
WindowsXP, sedangkan pada hardisk kedua, sdb masih kosong. Idealnya, Ubuntu diinstall dengan
skema partisi:
1. Partisi root (/) disarankan
5 Gb
2. Partisi swap (sw) – Umumnya 2x nilai RAM Anda
Jika RAM Anda 1 Gb, partisi swap sebaiknya 2 Gb
3. Partisi home (/home) – sebaiknya sisa/bagian terbesar harddisk.
Klik pada bagian yang kosong, pilih New Partition untuk membuat partisi baru.
Seperti pada gambar, pilih partisi jenis Primary.
Anda bisa membuat maksimal 4 partisi primary (sda1, sda2, sda3 dan sda4) yang salah satu partisi
primary (biasanya partisi ke4/
sda4) akan menjadi partisi Extended (yang di dalamnya kita bisa membuat partisi logical (sda5 dst)
dalam jumlah tak terbatas).
Untuk ukuran partisinya, masukkan ukuran partisi yang disarankan, 5 Gb untuk root.
Pada gambar saya membuat kirakira
4.5Gb. Ini tidak apaapa,
karena saya tidak banyak menginstall
aplikasiaplikasi
yang tidak fungsionalitas seperti compiz, gnome games, printer (karena saya tidak
punya printer), dan lainlain.
Jika ingin melakukan perhitungan, anda bisa menggunakan ukuran 1024 Mb = 1Gb sebagai patokan
perhitungan. Jadi, jika anda ingin membuat partisi 5 Gb, anda harus memasukkan nilai 1024 x 5 =
5120.
Untuk lokasi partisi, umumnya di awal, agar terstruktur.


Untuk jenis partisi, Ubuntu 9.04 menggunakan filesystem Ext4 yang lebih cepat dan memiliki
performance lebih baik dari Ext3.


Untuk mount point, pilih root (/).
Klik OK, untuk membuat partisi.
Selanjutnya, ulangi langkah tadi untuk membuat partisi /home. Bedanya, pada mount point, pilih
/home.
Dan ingat untuk menyisakan space kosong sebesar 2x RAM anda.
Pada sisa hardisk yang masih kosong, buat partisi baru dengan tipe filesystem swap area.
Untuk menginstall sistem dual boot/multi system, partisi harus dipersiapkan matang, sebelum
melakukan proses instalasi sistem operasi.
Prinsipnya adalah mengalokasikan hardisk sesuai kebutuhan dan karakter masingmasing
OS.

Langkah 5. Membuat User
User di ubuntu ada tiga jenis.
1. Root, super user, yang defaultnya tidak memiliki password dan tidak diaktifkan.
2. Administrator, user biasa yang memiliki hak administrasi. User ini memiliki tanda kekuasaan,
menggunakan sudo.
3. User Biasa, user yang tidak memiliki hak administrasi system.


Langkah 6. Migrasi Dokumen dan Setting
Ubuntu memiliki fitur yang tidak dimiliki distro atau OS lain, migrasi dokumen dan setting lintas OS.
Pada gambar, saya mengimpor dokumen dan setting (termasuk wallpaper) dari windows.


Tentu saja anda bisa memilih untuk tidak melakukan impor sama sekali, atau mengimpor setting dan
file tertentu saja.
Lanjutkan dengan menekan tombol Forward.

Langkah 7. Summary
Sebelum melakukan tahap instalasi yang sesungguhnya (langkah ke8),
anda akan diminta melihat
summary, ikhtisar keseluruhan setting sebelum menginstall.
Pada saat ini, anda juga bisa memilih untuk membatalkan instalasi, dengan menekan tombol Quit.
Saat ini juga, anda bisa memilih dimanakah anda akan menginstall Grub (Boot Manager) atau malah
tidak menginstall grub sama sekali, yang mana tidak saya sarankan.


Langkah 8. Instalasi
Pada tahap ini, anda tidak melakukan apapun begitu anda menekan tombol Install.
Yang anda lakukan hanyalah, menyesap kopi anda, menonton proses instalasi berjalan kirakira 20-30
menit, tergantung kekuatan PC anda.



Klik Restart Now, dan ....
Selamat datang di dunia Ubuntu!

Rabu, 08 Desember 2010

SEKILAS..........
SETTING MODEM SMART DI UBUNTU 10.04 LTS

Ubuntu 10.04 LTS merupakan Rilis terbaru dari Distro Ubuntu, distro ini memiliki banyak kelebihan dibandingkan rilis sebelumnya terutama dalam Long Term Supportnya (LTS).

Bagi sebagian pengguna, kemudahan dalam menggunakan Operating System menjadi salah satu syarat dalam memilihnya. Selain kehandalan & ketangguhan, dituntut pula kemudahan dalam melakukan koneksi ke Internet, oleh karena itu kemampuan dalam mendeteksi perangkat untuk akses internet seperti Modem usb merupakan syarat utama yang tidak bisa ditawar lagi.

Ubuntu 10.04 LTS mampu menghadirkan kemudahan dalam mendeteksi Modem usb dan membuatnya terkoneksi ke Internet dengan mudah, tanpa harus ribet melakukan setting manual yang bagi End User cukup merepotkan.

Salah satu Modem Smart yang mampu dideteksi dengan baik oleh Ubuntu 10.04 LTS , modem ini pada saat dikoneksikan ke komputer yang menggunakan OS Ubuntu 10.04 LTS langsung bisa dikenali sebagai USB Storage, kemudian setelah di eject dan dilakukan setting APN maka komputer bisa langsung terkoneksi dengan baik ke Internet.

Untuk mudahnya dibawah adalah langkah-langkah dalam Setting Modem Smart di Ubuntu 10.04 LTS.










Langkah pertama setelah mecolokan modem USB kemudian klik kanan ikon USB dan klik eject -> lalu Klik -> System->Network Connection, kemudian pilih Tab Mobile Broadband dan klik -> Add.

kemudian setelah tampak Modem Anda terdeteksi silahkan lanjutkan ke proses berikutnya yaitu memilih negara, operator yang dipergunakan dan setting APN.

Terakhir tinggal Klik Ikon Network di sebelah ikon USB di pojok kanan monitor anda dan klik nama koneksi yang akan anda pergunakan dan Internetpun tersambung.

Mudah sekali Setting Modem Smart di Ubuntu 10.04 LTS, langsung bisa internetan sepuasnya sampai lemes karepee............
TROUBLESHOOTING MONITOR

1. Gambar di monitor terganggu dan berubah warna.

Solusi : Pastikan sambungan monitor ke PC tidak ada masalah. Perhatikan juga posisi speaker, apakah terlalu dekat dengan monitor? Sebab, monitor sangat sensitive terhadap pengaruh medan elektro magnetic, khususnya TV, Radio, Lemari es, dan lainnya. Ponsel juga termasuk penyebabnya loh.

2. Monitor mati sendiri

Solusi : Coba peiksa pengaturan pada screen saver. Siapa tahu anda mengestnya terlalu cepat (misalnya 1 menit). Periksa juga colokan power dan kabel monitor ke PC. Pastikan sudah tertancap dengan benar dan kuat. Cek driver kartu grafik melalui dialog display properties. Klik-kanan saja area kosong desktop, lalu pilih [properties], maka boks dialog itu akan terbuka. Uahakan driver-nya cocok dengan kartu grafik yang anda gunakan. Bukalah juga Control Panel. Lalu klik pada [System] [Device Manager] [Display Adapter].

3. Gambar di monitor terlihat pecah

Solusi : permasalahan gambar pecah biasanya berkaitan dengan kartu grafik. Setelan monitor dan memory. Ada kemungkinan kartu grafik anda tidak cukup untuk menjalankan program beresolusi tinggi. Misalnya memainkan game 3D. Ganti dengan yang lebih baik, dengan kapasitas memori yang lebih besar. Setelanmonitor juga mempengaruhi kehalusan gambar.

4. Layar monitor hitam/blank stelah pengesetan display properties.

Solusi : penyetelan display sangat terkait dengan kemampuan kartu grafik. Terlebih jika mengeset ke area layar yang lebih besar, masalah ini tidak akan terjadi. Sebaiknya setel monitor dengan resousi yang sepadan dengan kartu grafik yang anda miliki. Setelah itu, coba cek juga setelan maksimal yang bisa dicapai monitor.

5. Layar monitor buram.

Solusi : monitor kabur/buram disebabkan oleh setelan brightness dan contrast yang tidak pas. Atur dengan menaikkan angkanya. Jika belum juga berhasi, mungkin saja umur monitor anda sudah terlalu tua. Perubahan warna menjadi buram akibat kerusakan pada sirkuit amplifier video. Biasanya gambar akan tampil jelas saat PC dinyalakan, tapi lama-lama akan memburam. Deteksi kekencangan sambungan raster board dengan video amplifier board.


DAN PENGECEKANNYA

6. LED Video (Video)/Power (Daya) mati
Tidak ada gambar

* Pastikan kabel video yang menghubungkan monitor dan komputer terhubung dengan benar dan aman.
* Verifikasikan apakah stop kontak daya berfungsi dengan benar menggunakan peralatan listrik lainnya.
* Pastikan tombol daya ditekan secara penuh.

7. Tidak ada LED Video (Video)/Power (Daya) yang hidup
Tidak ada gambar atau gambar tidak cerah

* Tambahkan pengendali brightness (kecerahan) dan contrast (kontras) melalui OSD.
* Lakukan pemeriksaan fitur tes-mandiri monitor.
* Periksa apakah kabel bengkok atau pinnya rusak di dalam konektor kabel video.
* Jalankan alat diagnostik.

8. Fokus Buruk
Gambar tidak jelas, kabur atau berbayang

* Lakukan Pengaturan Otomatis melalui OSD.
* Mengatur pengendali Fase dan Jam Piksel melalui OSD.
* Singkirkan kabel ekstensi video.
* Reset monitor ke Pengaturan Pabrik.
* Ubah resolusi video ke rasio aspek yang benar (16:9)

9. Video Shaky (Goyang)/Jittery (Kabur)
Gambar bergelombang atau ada gerakan halus

* Lakukan Pengaturan Otomatis melalui OSD.
* Atur pengendali Fase dan Jam Piksel melalui OSD.
* Reset monitor ke Pengaturan Pabrik.
* Periksa faktor lingkungan.
* Pindahkan monitor dan tes di ruang lain.

10. Piksel Hilang
Layar LCD berbintik.

* Fitur daya hidup-mati
* Piksel yang mati secara permanen merupakan kerusakan alami yang dapat terjadi pada teknologi LCD.
* Jalankan alat diagnostik.

11. Piksel Tidak Bergerak
Layar LCD berbintik terang.

* Fitur daya hidup-mati
* Piksel yang mati secara permanen merupakan kerusakan alami yang dapat terjadi pada teknologi LCD.
* Jalankan alat diagnostik.

12. Masalah Brightness (Kecerahan)
Gambar terlalu suram atau terang

* Reset monitor ke Pengaturan Pabrik.
* Lakukan Pengaturan Otomatis melalui OSD.
* Atur pengendali brightness (kecerahan) dan contrast (kontras) melalui OSD.

13. Distorsi Geometris
Layar tidak terpusat secara benar

* Reset monitor ke Pengaturan Pabrik.
* Lakukan Pengaturan Otomatis melalui OSD.
* Atur pengendali brightness (kecerahan) dan contrast (kontras) melalui OSD.



14. Baris Horisontal/Vertikal
Layar memiliki satu atau dua garis

* Reset monitor ke Pengaturan Pabrik.
* Lakukan Pengaturan Otomatis melalui OSD.
* Atur pengendali Fase dan Jam Piksel melalui OSD.
* Lakukan pemeriksaan fitur tes mandiri monitor dan tentukan jika garis ini juga ada di mode tes-mandiri.
* Periksa apakah kabel bengkok atau pinnya rusak di dalam konektor kabel video.
* Jalankan alat diagnostik.

15. Masalah Sinkronisasi
Layar teracak atau muncul seperti sobekan

* Reset monitor ke Pengaturan Pabrik.
* Lakukan Pengaturan Otomatis melalui OSD.
* Atur pengendali Fase dan Jam Piksel melalui OSD.
* Lakukan pemeriksaan fitur tes mandiri monitor dan tentukan jika layar teracak ini juga terjadi di mode tes-mandiri.
* Periksa apakah kabel bengkok atau pinnya rusak di dalam konektor kabel video.
* Hidupkan kembali komputer pada safe mode (mode aman).

16. Masalah yang Terkait dengan Keamanan
Tanda-tanda yang tampak seperti asap atau kilatan api

* Jangan lakukan langkah-langkah mengatasi masalah.
* Hubungi Dell segera.

17. Masalah Intermiten
Monitor tidak bisa digunakan karena selalu hidup & mati

* Pastikan kabel video yang menghubungkan monitor dan komputer terhubung dengan benar dan aman.
* Reset monitor ke Pengaturan Pabrik.
* Lakukan pemeriksaan fitur tes mandiri monitor dan tentukan jika masalah intermiten ini juga terjadi di mode tes-mandiri.

18. Warna Hilang
Gambar tidak berwarna

* Lakukan pemeriksaan fitur tes-mandiri monitor.
* Pastikan kabel video yang menghubungkan monitor dan komputer terhubung dengan benar dan aman.
* Periksa apakah kabel bengkok atau pinnya rusak di dalam konektor kabel video.

19. Warna Salah
Warna gambar tidak bagus

* Ubah Mode Pengaturan Warna pada OSD Pengaturan Warna ke Grafis atau Video tergantung pada aplikasinya.
* Cobalah Pengaturan Preset Warna yang berbeda pada Pengaturan Warna OSD Atur nilai R/G/B (M/H/B) pada Pengaturan Warna OSD jika Manajemen Warna dimatikan.
* Ubah Format Warna Masukan ke PC RGB atau YPbPr pada Pengaturan OSD Lanjutan.
* Jalankan alat diagnostik.



20. Retensi gambar dari gambar statis tertinggal pada monitor untuk jangka waktu yang lama
Bayangan redup dari gambar statis muncul pada layar.

* Gunakan fitur Manajemen Daya untuk mematikan monitor setiap saat ketika tidak digunakan (untuk informasi lebih lanjut, baca Mode Manajemen Daya).
* Sebagai alternatif, gunakan screensaver pengubah secara dinamis.
* Pada menu OSD, pada Reset to Factory Settings (Reset ke Pengaturan Pabrik), pilih Enable LCD Conditioning (Mengaktifkan Pengkondisian LCD). Menggunakan pilihan ini mungkin membutuhkan beberapa jam sebelum gambar dieliminasi.
* CATATAN: Gambar yang Terbakar tidak dilindungi oleh jaminan Anda.

PRINTER

A.Printer Dot Matrix

B.Printer Inkjet


C.Printer Laser Jet

TROUBLESHOOTING PRINTER


Sebelumnya mesti kenal beberapa jenis printer dulu, diantaranya : Dot Matrik/Metrics, Inkjet/Bubble Jet dan Laser Printer atau mungkin ada lagi yg belum gw sebutin. Kl dah tau langsung analisa n atasi beberapa masalah printer yg sering dan kemungkinan2 terjadi, biasanya sbb :

Printer mati or tidak bisa dihidupkan

* Periksa sumber listrik dan kabel power printer, bisa menggunakan test pen.
* Cek saklar power (ON/OFF) pada printer
* Permasalahan yang diakibatkan tidak adanya power untuk printer ini biasanya ditandai dengan tidak menyalanya LED (lampu indikator) dari printer tersebut.
* Ganti kabel penghubung atau saklar bila masih belum bisa dihidupkan

Printer hidup tapi tidak dapat mencetak

* Periksa tinta atau cartridge apakah ada kertas yg tersumbat (paper jamp)
* Periksa sambungan kabel data printer, apakah sudah terhubung dengan port pararel / port
* USB di komputer dengan benar.
* Cobalah kanibalkan kabel data (ganti kabel data printer dengan yang lain).
* Cobalah untuk merubah setting “spooler” untuk printer melalui menu properties
* Printer, spooler ini digunakan dengan tujuan agar anda tetap dapat menjalankan aplikasi ketika dilakukan pencetakan dokumen.
* Cek apakah ada port yang konflik dengan yg digunakan oleh printer.
* Pastikan telah melakukan instalasi dan memilih driver yg tepat untuk printer tersebut, pemilihan port juga harus disesuaikan.
* Cek space hardisk mencukupi untuk instalasi, terkadang jika buffer tidak cukup
* maka data tidak dapat dikirim ke printer dengan sempurna.
* Langkah terakhir bisa instalasi ulang drivernya dan ikutin prosedurnya dengan benar.

Printer mencetak, tapi tidak ada yang tercetak diatas kertas (blank)

* Kerusakan ini bisa di atasi dengan membersihkan dengan utility yg tersedia dari printer tersebut.
* Bersihkan juga head dan catridge printer bisa digunakan kain.
* Untuk head bisa dicelupkan ke dalam air panas tetapi jangan sampai terkena rangkain elektroniknya
* Jangan lupa pasang semua yg dah dibersihin.

Lampu indikator berkedip-kedip terus saat mencetak

* Penyebabnya bisa dikarenakan tidak ada kertas di printer.
* Cek catridge printer belum terpasang atau posisi pemasangan catridge mungkin tidak tepat.
* Bisa juga catridge yang dipasang pada printer tidak cocok untuk printer tersebut.
* Ada saat bila telat memasang kertas atau setelah paper jump kertas yang dimuat belum ditekan tombol on load
* Kemungkinan lain ada kertas yang nyangkut di dalam printer.
* Sebagian priter diharuskan body printer dalam kondisi tertutup saat proses pencetakan.

Hasil cetakan printer cacat

* Pada dot matrik biasanya disebabkan tidak lengkapnya jarum pin, untuk buble jet dikarenakan cartridge tinta tidak normal. Untuk hal ini harus diganti cartridge atau diperbaiki pinnya.
* Kemungkinan lain pada printer dot matrik adalah pergerakan print head tidak lancar, untuk mengatasi bisa dibersihkan dengan contact cleaner dan kain lap bersih.
* Cetakan cacat bisa disebabkan juga oleh tinta yg tidak merata dan kertas yg digunakan terlalu lembab, coba ratakan tintanya dan periksa kertas yg digunakan.
* Pada laser printer, penyebabnya biasanya cacatnya komponen drum “komponen menempelnya tinta” pada printer, kejadian ini awal mulanya bisa disebabkan karena menarik kertas yg tersumbat. Mengatasinya bisa mencoba membersihkan drum dengan kain lap yg bersih dan lembut selembut sutera “halah bahasanya :D”, ya berdoa aja itu drum ga cacat permanen coz kl dah bgtu mesti diganti alias beli baru.
* Pada printer dot matrik sering kejadian pita tidak bisa berputar dgn semestinya so mesti diperiksa n di pasang ulang itu pita dengan benar.