Rabu, 01 Desember 2010

My Troubleshooting

Troubleshooting pada Motherboard
(BEBERAPA)

Mainboard merupakan komponen terbesar dalam system kerja komputer. Dalam prinsip kerjanya komputer menerima input data dan mengeluarkan output berupa tampilan dari monitor dan suara dari speaker. Apabila terjadi kerusakan pada system mainboard perlu diadakan diagnaosa awal penyebab masalah sehingga dapat diketahui masalah yang terjadi. Untuk melakukan diagnosa kita dapat melakukan hal sebagai berikut :

* Mengecek kabel sambung power supply utama dan kabel tegangan DC
* Mengecek kabel sambungan keyboard dan mouse seta monitor
* Mengecek konfigurasi system CMOS
* Mengecek semua daughterboard atau card yang terpasang pada slot I/O
* Mengecek sambungan saklar reset
* Mengecek posisi kunci keyboard
* Mengecek semua IC yang terpasang pada mainboard
* Cek disket boot di drive A

Setelah pengecekan dilakukan, hidupakan saklar power dan cari kesalahan post. Dari pesan tersebut dapat di Identifikasi dan kemudian dapat dilakukan perbaikan. Ketika post tidak dapat berjalan, maka masalah yang terjadi pada mainboard dan rangkaian di dalamnya. Ada beberapa langkah / cara untuk menangani apabila terjadi trouble shooting mainboard antara lain sebagai berikut:

* Repair or Replace

Keputusan untuk mereparasi sangat ditentukan oleh tingkat kerusakan yang terjadi pada sebuah motherboard. Sementara, langkah penggantian sangat tergantung oleh tingkat daya dukung teknologi motherboard ataupun kemampuan ekonomi masing-masing pribadi dalam membelanjakan barang-barang komputer. Masalahnya adalah bagaimana seandainya motherboard itu masih terhitung baru, sementara kita tidak mampu mendeteksi kerusakan atau menentukan jalan keluarnya ? ikutilah terlebih dulu langkah kedua sebelum memutuskan untuk membeli yang baru.

* Back to Basics !

* Periksa semua konektor. Tentu saja, langkah ini diperlukan untuk memastikan bahwa tidak ada satu konektor pun yang terlepas atau tidak tertancap dengan benar.

* Periksa semua komponen yang melekat. Ini penting untuk memdeteksi, apakah pemasangan prosesor, RAM, VGA Card sudah benar atau belum. Juga untuk memastikan bahwa secara fisik IC-IC di dalam motherboard tidak mengalami kerusakan atau terlepas.

* Periksa sumber listrik yang masuk melalui power suplay. Untuk memastikannya, periksa dulu suplai listrik dari jala listrik, lalu periksalah output listrik pada kabel-kabel power suplay dengan menggunakan multimeter. Pastikan bahwa output tiap kabel sudah sesuai dengan yang direkomendasikan pada buku manual.

* Periksa, adakah barang-barang asing yang menggangu jalur motherboard. Kabel, sekrup, kotoran, juga debu bisa mempengaruhi nafas kehidupan motherboard. Gangguan semacam ini, selain membuat lalu lintas data terganggu, bila posisinya strategis bisa menimbulkan hubungan pendek atau konslet.

* Periksa jumper-jumper, DIP switch, atau pin-pin pengatur setiap fitur dengan teliti dan benar. Pastikan bahwa kita mengacu pada buku manual dan jangan menggunakan ilmu hafalan. Setting yang salah bisa membuat motherboard tak mau hidup.

* Periksa bagian-bagian motherboard yang melekat pada casing. Hubungan pendek akibat penguncian tanpa isolator antara casing, sekrup pengunci dengan motherboard akan membuat listrik terhenti setiap kali tombol power ditekan.

Setelah pengecekan dilakukan maka sebaiknya dilakukan perbaikan agar PC dapat di fungsikan kembali. Apabila terjadi kerusakan pada bagian Mainboard usahakan dilakukan diperbaiki dahulu dan apabila komponen tersebut sudah tidak dapat digunakan baru dilakukan penggantian komponen yang baru. Penggantian komponen harus disesuaikan dengan kapasitas yang ditentukan dan harus sesuai dengan standart yang telah diberikan.

selamat mencoba



BEBERAPA JENIS MOTHERBOARD.

ASUS P5 Deluxe

Motherboard Mewah. Kesan mewah terungkap pada saat pertama kali CHIP mengeluarkan motherboard ini dari “sarang”nya. Dengan perlengkapan yang superlengkap dan dokumentasi yang informatif, motherboard ini memiliki kinerja yang tidak kalah lengkap dengan isi paket penjualannya. Kinerja yang ditawarkannya pun tak kalah kencang dibandingkan board papan atas lainnya.
Dengan heatsink yang digunakan oleh motherboard ini, panas yang dihasilkan setiap komponen dapat dikurangi dengan baik sekali meski menggunakan pendingin pasif. Melihat feature dan harga yang dibanderol pada paket penjualannya motherboard ini lebih diorientasikan untuk para penggila hardware dan orang yang membutuhkan board kelas premium.



MSI P45-8D.

Memory Lovers. Ini adalah board sangat unik yang tampaknya ditujukan untuk pengguna yang ingin melakukan upgrade secara bertahap. Anda disuguhi dua pilihan slot memori (DDR2 dan DDR3) dengan jumlah yang sama banyaknya. Motherboard MSI P45-8D mempunyai delapan slot memori: empat slot memori DDR2 dan empat slot memori DDR3. Port serial dan port LPT masih tersedia di sisi belakang. Jadi, printer dan periferal lama Anda (modem, mungkin?) masih dapat disandingkan dengan board ini. Dengan hanya satu slot PCIe16X, Anda memang tidak akan dapat menjalankan SLI atau CrossFire dengan dua card terpisah. Akan tetapi, memang tidak banyak orang yang membutuhkannya. Meski tidak mendapatkan penghargaan khusus, MSI P45-8D adalah juara bagi kalangan tertentu.


ASUS Maximus II Formula

Kinerja dengan Harga Tinggi. Motherboard yang satu ini memang dipersiapkan oleh ASUS untuk para enthusiast. Hal ini dapat dibuktikan dengan feature yang berlimpah dan perlengkapan yang superlengkap, belum lagi soundcard-nya menggunakan Creative. Selain itu, motherboard ini juga memiliki desain yang sangat manis dan cukup efisien. Dari segi kemudahan pemasangan peripheral,

board ini memiliki jarak untuk ruang airflow yang baik. Sementara itu untuk urusan kinerja, motherboard ini memiliki potensi overclocking yang cukup tinggi. Pada tes perbandingan kali ini, ASUS Maximus II-nya merupakan salah satu lawan yang tidak boleh dianggap remeh. Walau pada akhir tes ini Maximus tidak keluar menjadi pemenang, tapi motherboard ini patut diperhitungkan, karena hanya terpaut sebesar 1 persen dari ASUS P5Q Deluxe.


ASUS P5Q Pro

Cukup Hemat Daya. Motherboard ini datang ke CHIP Test Center untuk mengikuti tes perbandingan yang diadakan kali ini. Dilihat dari feature yang diusungnya, motherboard ini memang tidak berbeda jauh dari saudaranya, P5Q. Perlengkapan yang disertakan dalam paket penjualannya pun tidak jauh berbeda. Selain kinerja, motherboard ini termasuk yang cukup hemat dalam mengkonsumsi daya. Pada saat pengujian kestabilan, motherboard ini mampu menunjukkan hasil yang memuaskankepada CHIP. Kinerja yang diperoleh selama pengujian pun cukup memuaskan





DFI Lanparty DKP45 – T2RS

Oldschool Board. Kedua board yang datang, sama-sama mempunyai kemiripan, baik dari segi desain motherboard maupun heatsink dan headpipe yang sama-sama mengandalkan sistem pasif. Yang mencolok sekali terlihat adalah pengurangan port SATA yang pada Seri Plus mempunyai delapan port, pada seri ini mempunyai hanya enam port. Jumper yang ada tetap sama untuk settingan FSB. Yang menjadi ganjalan pada tes kali ini adalah sang kakak berjalan sedikit lebih lambat dari adiknya. Southbridge masih mengandalkan ICH10R yang berarti optional RAID tetap dapat digunakan pada board seri ini. Dari ketiga board DFI yang datang ke CHIP, seri DK P45-T2RS ini merupakan yang paling cepat walaupun dia tidak menyandang tambahan “Plus” di belakangnya.


Jetway Hummer Studio

Kuda Hitam. Untuk para user yang mencari sebuah motherboard dengan kinerja yang baik tanpa ingin merogoh kocek dalam, Jetway menawarkan Hummer Studio sebagai solusinya. Pada tes perbandingan kali ini, Jetway menunjukkan produknya ini, mampu memberikan kinerja dan kestabilan yang baik. Dengan melahap habis seluruh pengujian, Jetway berusaha bersaing dengan peserta lainnya. Perlengkapan yang diberikan pun cukup mewah untuk sebuah motherboard yang dibanderol dengan harga relatif murah. Dengan kemampuan dan harga yang ditawarkan, motherboard ini lebih diorientasikan untuk para entry level.










Biostar T- Power.

Mesin Balap Biostar. Sejak awal P45 diluncurkan, Biostar berhasil mengungguli semua produsen lainnya dalam hal pencapaian FSB tertinggi. Sayangnya, overclocking bukanlah aspek yang diuji CHIP dalam tes perbandingan reguler. Jadi, mesin balap Biostar ini terpaksa harus kami nilai sebagaimana layaknya motherboard umum. Pendinginan board ini mengandalkan heatsink dan heatpipe pasif. Akan tetapi, dalam paket penjualannya, Anda dapat menemukan fan tambahan beserta heatsink dan heatpipe juga yang dapat dipasangkan bila timbul kebutuhan pendinginan ekstra. Pemakaian jumper akan Anda temui untuk pengaturan CrossFire. Sebenarnya ini sangat merepotkan. Akan tetapi, ada kemungkinan ini dilakukan dengan tujuan mengurangi “beban” motherboard sekaligus mempermudah overclocking. Enam port SATA yang menghadap ke depan sudah mendukung RAID untuk performa yang lebih tinggi atau mengamankan data.
JARINGAN KOMPUTER

Pengertian dari Jaringan komputer adalah sekumpulan komputer, serta perangkat-perangkat lain pendukung komputer yang saling terhubung dalam suatu kesatuan. Media jaringan komputer dapat melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling melakukan pertukaran informasi, seperti dokumen dan data, dapat juga melakukan pencetakan pada printer yang sama dan bersama-sama memakai perangkat keras dan perangkat lunak yang terhubung dengan jaringan. Setiap komputer, ataupun perangkat-perangkat yang terhubung dalam suatu jaringan disebut dengan node. Dalam sebuah jaringan komputer dapat mempunyai dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node.


PERALATAN YANG DIGUNAKAN PADA JARINGAN KOMPUTER :

1. KABEL

Dalam teknologi jaringan komputer, kabel komunikasi menjadi bahan yang tidak pernah ditinggalkan.kabel komunikasi komputer dibedakan menjadi dua bagian yaitu kabel tembaga dan kabel optik. Kabel tembaga terdiri dari 4 jenis yaitu UTP, STP, ScTP dan coaxial.

UTP : Unshielded Twisted Pair












UTP dapat disebut sebagai kategori terendah dalam tipe kabel twisted pair. Sebelum pengembangan teknologi 10Base-T, kabel UTP tidak mempu mengakomodasi data sampai 10Mbps. Sekarang kabel UTP mampu mengakomodasi data sampai 100 Mbps. Pada bulan Juli 1999, IEEE menyetujui standar 1000Base-T untuk kabel UTP, yang berarti kabel UTP dapat mengakomodasi data hingga 1000 Mbps atau data berukuran Gigabit.

STP : Shielded Twisted Pair









STP semula dikembangkan oleh IBM sebagai media pengkabelan horisontal. Dibandingkan UTP, STP lebih tahan terhadap gangguan electromagnetic interfence (EMI)

Kabel UTP dapat dibedakan dalam beberapa kategori yaitu :

Cat 1 : frekwensi kerja <1mhz,>4 Mhz, digunakan pada sistem twisted pair Arcnet dan Apple LocalTalk
Cat 3 : frekwensi kerja >16 MHz, digunanakan di 4 Mbps UTP Token Ring, 10Base-T ethernet, 100 Base-T4 dan sistem telepon digital
Cat 4 : frekwensi kerja >20 Mhz, digunakan khusus di 16 Mbps Token Ring LAN
Cat 5 : frekwensi kerja 100 Mhz digunakan pada jaringan 100 Mbps
Cat 5e (enhanced) : categoti 5 yang disiapkan untuk melayani data berukuran gigabit
Cat 6 : frekwensi kerja 200 MHz, digunakan untuk melayani data berukuran gigabit

ScTP : Screened Twisted Pair











ScTP merupakan penggabungan teknologi UTP dan STP. ScTP memuat 4 pasang kabel 100 ohm. Kabel tersebut dilindungi lapisan foil dan kabel penguat. ScTP juga disebut foil-twisted pair (FTP) karena penggunaan lapisan foil ini.

Coaxial










Kabel coaxial terdiri dari beberapa tipe, namun memiliki keseragaman desain. Di bagian tengah terdapat kabel tembaga tunggal yang dilindungi lapisan PVC (polyvinyl chloride). Lapisan tersebut dibungkus kabel serabut yang terbuat dari tembaga atau aluminium. Sebagai penutup kabel coaxial dilapisi jaket karet.

Tipe kabel coaxial secara umum adalah :

RG-59 : 75 ohm, untuk kabel TV
RG-58 : 50 ohm, untuk thin ehernet
RG-11 : 50 ohm, untuk thick ethernet

Serat Optik












Serat optik merupakan generasi terbaru teknologi kabel komunikasi. Kabel ini menggunakan sinar laser sebagai gelombang pembawa informasi. Kabel optik mempunyai kapasitas layanan yang jauh lebih tinggi daripada kabel tembaga. Kabel optik dapat melayani data hingga 200Gbps!

2. KONEKTOR

Konektor pada Twister pair


RJ45
Konektor RJ45 adalah konektor yang biasa dipergunakan dalam instalasi jaringan kecil (LAN) dimana kabel yang digunakan adalah kabel twisted pair tipe UTP. Konektor ini berfungsi untuk menghubungkan kabel UTP dengan NIC yang mana kini port yang dipergunakan kebanyakan adalah port RJ45.

Harga konektor yang cukup murah, dan pemasangan yang mudah membuat konektor ini populer5 di kalangan pengguna jaringan berskala kecil atau LAN.
Ciri-ciri yang mendasar dari konektor ini adalah warna konektor yang bening an terdapat 8 pin tembaga di ujung konektor ini sebagai pin-pin yang akan menghubungkan NIC dengan UTP.
Cara pemasangannya cukup mudah, yakni dengan mengkrimping dengan tang krimping konektor RJ45, namun apabila terjadi kesalahan dalam pengkrimpingan, mau tak mau konektor ini harus diganti (sekali pakai).




RJ11
RJ 11 adalah konektor yang dipergunakan dalam jaringan telepon. Konektor ini biasanya disandingkan dengan kabel STP.









Konektor pada coaxial


Konektor yang digunakan bersama kabel koaksial adalah konektor Bayonet Neil Concelman (BNC). Adapter-adapter dengan tipe berbeda tersedia untuk konektor BNC, termasuk konektorT, konektor barrel, dan terminator. Konektor pada kabel merupakan titik terlemah di jaringan.








BNC RG59





Connector BNC ini adalah Konector yang digunakan sebagai penghubung antara kabel dengan perangkat CCTV baik monitor, DVR, maupun Camera. Connector ini khusus dipergunakan untuk kabel CCTV jenis RG59. Konektor ini merupakan terminasi yang dianjurkan oleh para ahli dan banyak dipakai oleh pemilik rumah / bangunan dalam instalasi CCTVnya.


BNC RG6






Connector BNC ini adalah Konector yang digunakan sebagai penghubung antara kabel dengan perangkat CCTV baik monitor, DVR, maupun Camera. Connector ini khusus dipergunakan untuk kabel CCTV jenis RG6. Konektor ini merupakan terminasi yang dianjurkan oleh para ahli dan banyak dipakai oleh pemilik rumah / bangunan dalam instalasi CCTVnya.


BNC to BNC





Connector BNC ini adalah Konektor yang digunakan untuk menyambung kabel dari BNC RG6 BNC RG6 yang akan dihubungkan ke Monitor, TV, dan DVR. Konektor ini merupakan terminasi yang dianjurkan oleh para ahli dan banyak dipakai oleh pemilik rumah / bangunan dalam instalasi CCTVnya.

BNC-RCA




Connector BNC ini adalah Konektor yang digunakan untuk merubah BNC menjadi RCA yang akan dihubungkan ke Monitor atau ke TV. Konektor ini merupakan terminasi yang dianjurkan oleh para ahli dan banyak dipakai oleh pemilik rumah / bangunan dalam instalasi CCTVnya


Konektor pada Fiber Optik


a) Konektor FC : digunakan untuk jenis kabel single mode dengan akurasi yang tinggi untuk menghubungkan kabel dengan transmitter maupun receiver.
b) Konektor SC : digunakan dalam jenis kabel single mode dan bisa dilepas pasang. . Konektor SC,bentuknya persegi dan lebih mudah dihubungkan ke area yang ditentukan

c) Konektor ST : bentuknya seperti bayonet berkunci dan hampir mirip dengan konektor BNC. Umum digunakan pada jenis kabel single mode maupun multi mode. Konektor ini paling umum dan yang sering digunakan bersama kabel fiber optik. berbentuk batang, mirip dengan konektor BNC.
d) Konektor Biconic : jenis konektor yang pertama kali muncul dalam komunikasi fiber optik dan jenis ini sekarang sudah sangat jarang digunakan.
e) Konektor D4 : jenis komputer ini hampir mirip dengan konektor FC, hanya berbeda ukurannya. Perbedaannya sekitar 2 mm pada bagian ferrule-nya.
f) Konektor SMA : jenis konektor ini lebih dahulu muncul dari konektor ST yang sama-sama mempunyai penutup dan pelindung.
g) Konektor yang baru saat ini lebih popular adalah konektor MT-RJ. Konektor MT-RJ menggunakan model plastik seperti yang digunakan konektor RJ-45, yang memudahkan untuk dipasang. Dua kabel fiber terhubung ke dalam satu konektor, sama dengan konsep konektor SC.



h) Beberapa jenis konektor lain yang biasanya digunakan dalam jaringan adalah Konektor FDDI, Konektor LC, Konektor MT Array.

KESIMPULAN :























3.NETWORK TESTER

Selain peralatan fisik juga dibutuhkan peralatan bantuan untuk pengerjaan pemasangan kabel seperti crimper, AVOmeter dan network tester. Network tester cukup mahal, bisa ribuan dollar, untuk jaringan kecil bisa cukup dengan AVOmeter saja untuk memastikan kondisi sambungan yang dilakukan crimper layak digunakan.


4.TOPOLOGI JARINGAN KOMPUTER

TOPOLOGI JARINGAN KOMPUTER

Topologi menggambarkan struktur dari suatu jaringan atau bagaimana sebuah jaringan didesain. Pola ini sangat erat kaitannya dengan metode access dan media pengiriman yang digunakan. Topologi yang ada sangatlah tergantung dengan letak geofrapis dari masing-masing terminal, kualitas kontrol yang dibutuhkan dalam komunikasi ataupun penyampaian pesan, serta kecepatan dari pengiriman data. Dalam definisi topologi terbagi menjadi dua, yaitu topologi fisik (physical topology) yang menunjukan posisi pemasangan kabel secara fisik dan topologi logik (logical topology) yang menunjukan bagaimana suatu media diakses oleh host.
Adapun topologi fisik yang umum digunakan dalam membangun sebuah jaringan adalah :

Point to Point (Titik ke-Titik).
Jaringan kerja titik ketitik merupakan jaringan kerja yang paling sederhana tetapi dapat digunakan secara luas. Begitu sederhananya jaringan ini, sehingga seringkali tidak dianggap sebagai suatu jaringan tetapi hanya merupakan komunikasi biasa. Dalam hal ini, kedua simpul mempunyai kedudukan yang setingkat, sehingga simpul manapun dapat memulai dan mengendalikan hubungan dalam jaringan tersebut. Data dikirim dari satu simpul langsung kesimpul lainnya sebagai penerima, misalnya antara terminal dengan CPU.

Star Network (Jaringan Bintang).
Dalam konfigurasi bintang, beberapa peralatan yang ada akan dihubungkan kedalam satu pusat komputer. Kontrol yang ada akan dipusatkan pada satu titik, seperti misalnya mengatur beban kerja serta pengaturan sumber daya yang ada. Semua link harus berhubungan dengan pusat apabila ingin menyalurkan data kesimpul lainnya yang dituju. Dalam hal ini, bila pusat mengalami gangguan, maka semua terminal juga akan terganggu. Model jaringan bintang ini relatif sangat sederhana, sehingga banyak digunakan oleh pihak per-bank-kan yang biasanya mempunyai banyak kantor cabang yang tersebar diberbagai lokasi. Dengan adanya konfigurasi bintang ini, maka segala macam kegiatan yang ada di-kantor cabang dapatlah dikontrol dan dikoordinasikan dengan baik. Disamping itu, dunia pendidikan juga banyak memanfaatkan jaringan bintang ini guna mengontrol kegiatan anak didik mereka.
Kelebihan
· Kerusakan pada satu saluran hanya akan mempengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
· Tingkat keamanan termasuk tinggi.
· Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
· Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.
Kekurangan
· Jika node tengah mengalami kerusakan, maka maka seluruh jaringan akan terhenti.
Penanganan
· Perlunya disiapkan node tengah cadangan.







Gambar 3.1 Topologi jaringan bintang (STAR)

Ring Networks (Jaringan Cincin)
Pada jaringan ini terdapat beberapa peralatan saling dihubungkan satu dengan lainnya dan pada akhirnya akan membentuk bagan seperti halnya sebuah cincin. Jaringan cincin tidak memiliki suatu titik yang bertindak sebagai pusat ataupun pengatur lalu lintas data, semua simpul mempunyai tingkatan yang sama. Data yang dikirim akan berjalan melewati beberapa simpul sehingga sampai pada simpul yang dituju. Dalam menyampaikan data, jaringan bisa bergerak dalam satu ataupun dua arah. Walaupun demikian, data yang ada tetap bergerak satu arah dalam satu saat. Pertama, pesan yang ada akan disampaikan dari titik ketitik lainnya dalam satu arah. Apabila ditemui kegagalan, misalnya terdapat kerusakan pada peralatan yang ada, maka data yang ada akan dikirim dengan cara kedua, yaitu pesan kemudian ditransmisikan dalam arah yang berlawanan, dan pada akhirnya bisa berakhir pada tempat yang dituju. Konfigurasi semacam ini relative lebih mahal apabila dibanding dengan konfigurasi jaringan bintang. Hal ini disebabkan, setiap simpul yang ada akan bertindak sebagai komputer yang akan mengatasi setiap aplikasi yang dihadapinya, serta harus mampu membagi sumber daya yang dimilikinya pada jaringan yang ada. Disamping itu, sistem ini lebih sesuai digunakan untuk sistem yang tidak terpusat (decentralized-system), dimana tidak diperlukan adanya suatu prioritas tertentu.








Gambar 8.2 Topologi jaringan cincin




6. CRIMPING TOOL

Crimp tool / Crimping tool adalah alat untuk memasang kabel UTP ke konektor RJ-45/RJ-11 tergantung kebutuhan. Bentuknya macam-macam ada yang besar dengan fungsi yang banyak, seperti bisa memotong kabel, mengupas dan lain sebagainya. Ada juga yang hanya diperuntukan untuk crimp RJ-45 atau RJ-11 saja.

Teknik Crimping
















crimping tools

TEORI SEDERHANA
Untuk penggunaan koneksi komputer sederhana, misalkan pada jaringan LAN, dikenal 2 buah tipe penyambungan kabel UTP, yaitu STRAIGHT CABLE dan CROSSOVER CABLE. Fungsi dari masing-masing jenis type penyambungan ini berbeda,
TYPE STRAIGHT CABLE,untuk menghubungkan antara PC ke Switch, Router ke Switch, Router ke HUB dan PC ke HUB.
TYPE CROSSOVER CABLE, untuk menghubungkan antara PC ke PC, Switch ke Switch, HUB ke HUB dan PC ke Router.

ALAT DAN BAHAN
Cara perakitan atau pemasangan kabel UTP ke konektornya ( RJ-45), dalam bidang teknisi komputer sering dinamakan dengan istilah CRIMPING. Alat dan bahan yang dibutuhkan antara lain :

ALAT
1. Tang Crimping












Tang Crimping

2. LAN Tester











3. Silet/Gunting Pemotong.








BAHAN
1. Kabel UTP












2. RJ-45 Connector











CARA KERJA

  • Kupas lapisan luar kabel UTP sepanjang ± 1 Cm dari ujung, sehingga 8 urat kabel terlihat dari luar.
  • Susun urutan warna kabel sesuai dengan standard internasional.
  • Masukkan Ujung kabel UTP yang telah disusun menurut urutan internasional, kemudian jepit dengan menggunakan crimping tool sampai berbunyi “klik”
















  • Tes dengan menggunakan LAN Tester
  • Kabel UTP siap digunakan.








  • Perhatian : penyusunan salah atau penjepitan yang salah menyebabkan RJ-45 Connector tidak bisa dipakai lagi.

TEKNIK MENYUSUN CABLE
TIPE STRIGHT

  • Ujung kabel yang satu dengan ujung kabel yang lainnya memiliki urutan kabel yang sama.
urutan warna :























  • Jika dicek dengan lan tester indikator lampu harus menyala 1–1, 2–2, 3–3, 4–4, 5–5, 6–6, 7–7, 8–8

TIPE CROSSOVER CABLE

  • Ujung kabel yang satu dengan yang lain tidak sama
  • urutan warna :






















  • Jika dicek dengan LAN Tester, indikator lampu harus menyala 1–3, 2–6, 3–1, 4–4, 5–5, 6–2, 7–7, 8–8.



SEKIAN DAN SEMOGA BERMANFAAT
SEKILAS..........
SETTING MODEM SMART DI UBUNTU 10.04 LTS

Ubuntu 10.04 LTS merupakan Rilis terbaru dari Distro Ubuntu, distro ini memiliki banyak kelebihan dibandingkan rilis sebelumnya terutama dalam Long Term Supportnya (LTS).

Bagi sebagian pengguna, kemudahan dalam menggunakan Operating System menjadi salah satu syarat dalam memilihnya. Selain kehandalan & ketangguhan, dituntut pula kemudahan dalam melakukan koneksi ke Internet, oleh karena itu kemampuan dalam mendeteksi perangkat untuk akses internet seperti Modem usb merupakan syarat utama yang tidak bisa ditawar lagi.

Ubuntu 10.04 LTS mampu menghadirkan kemudahan dalam mendeteksi Modem usb dan membuatnya terkoneksi ke Internet dengan mudah, tanpa harus ribet melakukan setting manual yang bagi End User cukup merepotkan.

Salah satu Modem Smart yang mampu dideteksi dengan baik oleh Ubuntu 10.04 LTS , modem ini pada saat dikoneksikan ke komputer yang menggunakan OS Ubuntu 10.04 LTS langsung bisa dikenali sebagai USB Storage, kemudian setelah di eject dan dilakukan setting APN maka komputer bisa langsung terkoneksi dengan baik ke Internet.

Untuk mudahnya dibawah adalah langkah-langkah dalam Setting Modem Smart di Ubuntu 10.04 LTS.










Langkah pertama setelah mecolokan modem USB kemudian klik kanan ikon USB dan klik eject -> lalu Klik -> System->Network Connection, kemudian pilih Tab Mobile Broadband dan klik -> Add.

kemudian setelah tampak Modem Anda terdeteksi silahkan lanjutkan ke proses berikutnya yaitu memilih negara, operator yang dipergunakan dan setting APN.

Terakhir tinggal Klik Ikon Network di sebelah ikon USB di pojok kanan monitor anda dan klik nama koneksi yang akan anda pergunakan dan Internetpun tersambung.

Mudah sekali Setting Modem Smart di Ubuntu 10.04 LTS, langsung bisa internetan sepuasnya sampai lemes karepee............
SEKILAS..........
SETTING MODEM SMART DI UBUNTU 10.04 LTS

Ubuntu 10.04 LTS merupakan Rilis terbaru dari Distro Ubuntu, distro ini memiliki banyak kelebihan dibandingkan rilis sebelumnya terutama dalam Long Term Supportnya (LTS).

Bagi sebagian pengguna, kemudahan dalam menggunakan Operating System menjadi salah satu syarat dalam memilihnya. Selain kehandalan & ketangguhan, dituntut pula kemudahan dalam melakukan koneksi ke Internet, oleh karena itu kemampuan dalam mendeteksi perangkat untuk akses internet seperti Modem usb merupakan syarat utama yang tidak bisa ditawar lagi.

Ubuntu 10.04 LTS mampu menghadirkan kemudahan dalam mendeteksi Modem usb dan membuatnya terkoneksi ke Internet dengan mudah, tanpa harus ribet melakukan setting manual yang bagi End User cukup merepotkan.

Salah satu Modem Smart yang mampu dideteksi dengan baik oleh Ubuntu 10.04 LTS , modem ini pada saat dikoneksikan ke komputer yang menggunakan OS Ubuntu 10.04 LTS langsung bisa dikenali sebagai USB Storage, kemudian setelah di eject dan dilakukan setting APN maka komputer bisa langsung terkoneksi dengan baik ke Internet.

Untuk mudahnya dibawah adalah langkah-langkah dalam Setting Modem Smart di Ubuntu 10.04 LTS.










Langkah pertama setelah mecolokan modem USB kemudian klik kanan ikon USB dan klik eject -> lalu Klik -> System->Network Connection, kemudian pilih Tab Mobile Broadband dan klik -> Add.

kemudian setelah tampak Modem Anda terdeteksi silahkan lanjutkan ke proses berikutnya yaitu memilih negara, operator yang dipergunakan dan setting APN.

Terakhir tinggal Klik Ikon Network di sebelah ikon USB di pojok kanan monitor anda dan klik nama koneksi yang akan anda pergunakan dan Internetpun tersambung.

Mudah sekali Setting Modem Smart di Ubuntu 10.04 LTS, langsung bisa internetan sepuasnya sampai lemes karepee............

Kamis, 14 Oktober 2010





COAXIAL CABLE
A. Coaxial Cable
Coaxial Cable Adalah suatu jenis kabel yang menggunakan dua buah konduktor. Pusatnya berupa inti kawat padat yang dilingkupi oleh sekat yang kemudian dililiti lagi oleh kawat berselaput konduktor. Jenis kabel ini biasa digunakan untuk jaringan dengan bandwith yang tinggi. Kabel coaxial mempunyai pengalir tembaga di tengah (centre core). Lapisan plastik (dielectric insulator) yang mengelilingi tembaga berfungsi sebagai penebat di antara tembaga dan “metal shielded“. Lapisan metal berfungsi untuk menghalang sembarang gangguan luar dari lampu kalimantang, motors, and perlatan elektonik lain. Lapisan paling luar adalah lapisan plastik yang disebut Jacket plastic. Lapisan ini berfungsi seperti jaket yaitu sebagai pelindung bagian terluar.


Gambar 2.1 Bagan penampang kabel koaksial
Kabel ini biasanya banyak digunakan untuk mentransmisikan sinyal frekuensi tinggi mulai 300 kHz keatas. Karena kemampuannya dalam menyalurkan frekuensi tinggi tersebut, maka sistem transmisi dengan menggunakan kabel koaksial memiliki kapasitas kanal yang cukup besar.


Gambar 2.2 Sistem Transmisi kabel koaksial
Yang dimaksud dengan multiplex pada gambar 2.2 diatas adalah alat yang dibgunakan untuk menyusun beberapa kanal telpon menjadi suatu band frekuensi tertentu (base band) atau sebaliknya. Sedangkan LTE (Line Terminal Equipment) Coaxial adalah interface antara multiplex dengan kabel coaxial.


Gambar 2.3 Coxial cable
Kabel koaksial biasa digunakan dalam jaringan LAN terutama Topologi Bus yang banyak menggunakan kabel koaksial. Kesulitan utama dari penggunaan kabel koaksial adalah sulit untuk mengukur apakah kabel coaxial yang dipergunakan benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak benar-benar diukur secara benar akan merusak NIC (Network Interface Card) yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya.
Penggunaan kabel coaxial pada LAN memiliki beberapa keuntungan. Penguatannya dari repeater tidak sebesar kabel STP atau UTP. Kabel coaxial lebih murah dari kabel fiber optic dan teknologinya juga tidak asing lagi. Kabel coaxial sudah digunakan selama puluhan tahun untuk berbagai jenis komunikasi data. Ketika bekerja dengan kabel, adalah penting untuk mempertimbangkan ukurannya.

B. Jenis Coaxial Cable
Jenis-jenis Coaxial Cable dikenal ada dua jenis, yaitu thick coaxial cable (mempunyai diameter lumayan besar) dan thin coaxial cable (mempunyai diameter lebih kecil).
1) Thick Coaxial Cable
Kabel coaxial memiliki ukuran yang bervariasi. Diameter yang terbesar ditujukan untuk penggunaan kabel backbone Ethernet karena secara histories memiliki panjang transmisi dan penolakan noise yang lebih besar. Kabel coaxial ini seringkali dikenal sebagai thicknet. Kabel coaxial jenis ini dispesifikasikan berdasarkan standar IEEE 802.3 10BASE5, dimana kabel ini mempunyai diameter rata-rata 12mm, dan biasanya diberi warna kuning; kabel jenis ini biasa disebut sebagai standard ethernet atau thick Ethernet, atau hanya disingkat ThickNet, atau bahkan cuman disebut sebagai yellow cable.

Gambar 2.4 Thick Coaxial Cable
Seperti namanya, jenis kabel ini, karena ukurannya yang besar, pada beberapa situasi tertentu dapat sulit diinstall. Suatu petunjuk praktis menyatakan bahwa semakin sulit media jaringan diinstall, maka semakin mahal media tersebut diinstall. Kabel coaxial memiliki biaya instalasi yang lebih mahal dari kabel twisted pair. Kabel thicknet hampir tidak pernah digunakan lagi, kecuali untuk kepentingan khusus.
Kabel Coaxial ini (RG-6) jika digunakan dalam jaringan mempunyai spesifikasi dan aturan sebagai berikut:
· Setiap ujung harus diterminasi dengan terminator 50-ohm (dianjurkan menggunakan terminator yang sudah dirakit, bukan menggunakan satu buah resistor 50-ohm 1 watt, sebab resistor mempunyai disipasi tegangan yang lumayan lebar).
· Maksimum 3 segment dengan peralatan terhubung (attached devices) atau berupa populated segments.
· Setiap kartu jaringan mempunyai pemancar tambahan (external transceiver).
· Setiap segment maksimum berisi 100 perangkat jaringan, termasuk dalam hal ini repeaters.
· Maksimum panjang kabel per segment adalah 1.640 feet (atau sekitar 500 meter).
· Maksimum jarak antar segment adalah 4.920 feet (atau sekitar 1500 meter).
· Setiap segment harus diberi ground.
· Jarang maksimum antara tap atau pencabang dari kabel utama ke perangkat (device) adalah 16 feet (sekitar 5 meter).
· Jarang minimum antar tap adalah 8 feet (sekitar 2,5 meter).

1) Thin Coaxial Cable
Seiring dengan pertambahan ketebalan atau diameter kabel, maka tingkat kesulitan pengerjaannya pun akan semakin tinggi. Harus diingat pula bahwa kabel jenis ThickNet harus ditarik melalui pipa saluran yang ada dan pipa ini ukurannya terbatas. Oleh karena itu diciptakanlah Thin Coaxial cable untuk mengatasi beberapa masalah diatas.
Kabel coaxial jenis ini banyak dipergunakan di kalangan radio amatir, terutama untuk transceiver yang tidak memerlukan output daya yang besar. Untuk digunakan sebagai perangkat jaringan, kabel coaxial jenis ini harus memenuhi standar IEEE 802.3 10BASE2, dimana diameter rata-rata berkisar 5mm dan biasanya berwarna hitam atau warna gelap lainnya. Setiap perangkat (device) dihubungkan dengan BNC T-connector. Kabel jenis ini juga dikenal sebagai thin Ethernet atau ThinNet.

Gambar 2.5 Thin coaxial cable
Kabel coaxial jenis ini, misalnya jenis RG-58 A/U atau C/U, jika diimplementasikan dengan Tconnector dan terminator dalam sebuah jaringan, harus mengikuti aturan sebagai berikut:
· Setiap ujung kabel diberi terminator 50-ohm.
· Panjang maksimal kabel adalah 1,000 feet (185 meter) per segment.
· Setiap segment maksimum terkoneksi sebanyak 30 perangkat jaringan (devices)
· Kartu jaringan cukup menggunakan transceiver yang onboard, tidak perlu tambahan transceiver, kecuali untuk repeater.
· Maksimum ada 3 segment terhubung satu sama lain (populated segment).
· Setiap segment sebaiknya dilengkapi dengan satu ground.
· Panjang minimum antar T-Connector adalah 1,5 feet (0.5 meter).
· Maksimum panjang kabel dalam satu segment adalah 1,818 feet (555 meter).
· Setiap segment maksimum mempunyai 30 perangkat terkoneksi.
Dulu jaringan Ethernet menggunakan kabel coaxial yang diameter luarnya hanya 0,35 cm (kadang dikenal sebagai thinnet). Kabel ini terutama berguna untuk instalasi kabel yang memerlukan pelilitan dan pembengkokan. Karena mudah diinstall, maka kabel ini juga lebih murah untuk diinstal. Hal ini mendorong beberapa orang menyebutnya sebagai cheapernet. Namun kabel ini memerlukan penanganan khusus. Seringkali pemasang gagal melakukannya. Akibatnya, sinyal transmisi terinterferensi oleh noise. Oleh karena itu, terlepas dari diameternya yang kecil, thinnet sudah jarang digunakan pada jaringan Ethernet.
Thicknet dapat menjangkau sampai 500 meter, dan perangkat dihubungkan ke kabel secara langsung dengan menggunakan transceiver Ethernet dengan kabel AUI. Di lain pihak thinnet lebih fleksibel dan dapat menjangkau sampai 185 meter. Komputer dihubungkan ke kabel dengan menggunakan konektor BNC. Thicknet menggunakan spesifikasi Ethernet 10 base 5, sedangkan thinnet menggunakan 10 base 2.
Walapun kabel coaxial sukar di pasang, tetapi ia mempunyai rintangan yang tinggi terhadap ganguan elektromagnet. Dan kabel ini juga mempunyai jarak maksimal yang lebih daripada kabel “twisted pair”.
Berikut akan disimpulkan mengenai keunggulan dan kelemahan coaxial cable:
· Keunggulan
1) Dapat digunakan untuk menyalurkan informasi sampai dengan 900 kanal telepon
2) Dapat ditanam di dalam tanah sehingga biaya perawatan lebih rendah
3) Karena menggunakan penutup isolasi maka kecil kemungkinan terjadi interferensi dengan sistem lain
· Kelemahan
1) Mempunyai redaman yang relatif besar, sehingga untuk hubungan jarak jauh harus dipasang repeater-repeater
2) Jika kabel dipasang diatas tanah, rawan terhadap gangguan-gangguan fisik yang dapat berakibat putusnya hubungan.

Rabu, 29 September 2010